jangan pernh membohongi hati dan perasaanmu,,, jika sbnrya kau masih,, menginginkannya,,, menjali kisah baru dengan sebuah keterpaksaan takkn membuat ini mnjadi bahagia,,,jika kau sudah tak yakin kepadaku,, aku kn bljr mnerima knytaan ini,,, mskipun pahit namun sngt brkesan,, walau hnya sekilas tp sgt berarti,,,
aku tak mau,, jika kau mnjalini dgn qu hnya krna keterpaksaan,,,
Sabtu, 22 Januari 2011
tentang kehidupan
perjalanan hidup memang tak selalu lurus,, berliku" dan berbelok" itulah salah 1 rintangan namun, tergantung diri sendiri tuk bisa melewati semua itu, seseorang akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yg dia mau,, dan akan menghalalkan 1001 cara tuk bisa merasa puas dan itulah manusia.yg tak pernah luput dari kesalahn dan keegoisan, dan se"oragn akan lupa dgn apa yg iia punya ktka dmn iia menemukan sesuatu yg baru,, hnya sebuah pnyesalan yang mampu mnyadari stiap perbuatan, ktka smuany hilang dan pergi ,dsitulah se"org kn myadari arti khdpn,khdpn memang tak selalu adil tp hati kecil tak mampu berdusta, karna hati kcl takkn prnh salah,, dgn hati se"org dpt brbah dan dgn hati se"org kan kembali..
Senin, 22 November 2010
LOPORAN PROSES PEMBUATAN BAKSO
Pengantar Bisnis
Proses Produksi Bakso
Disusun oleh :
1. Dalila Rahmawati Ester (21210647)
2. Dewi Noery M.N (29210018)
3. Dita Puji Lestari (22210106)
4. Nadia Putri Dewinasari (24210897)
5. Tiofina Safitri (26210906)
Kelas :
1 EB 20
Universitas Gunadarma
KATA PENGANTAR
Usaha atu bisnis bukan merupakan hal yang asing bagi kita. Menciptakan sebuah usaha dengan menghasilkan suatu produk yang mampu memenuhi selera konsumen tak mudah. Salah satunya yaitu dengan pelatihan keterampilan maka, akan terciptalah suatu produk.Laporan proses pembuatan bakso ini menjelaskan bagaimana cara pembuatan bakso. Bahasa yang disampaikan sangat sederhana untuk dipahamai.
Kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengantar bisnis Bapak Zuhad yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk membuat laporan ini. Kami sadari bahwa laporan ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, kami menantikan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan penelitian ini.
Bekasi, 22 November 2010
Penyusun
Daftar Isi
Kata pengantar
Daftar isi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Definisi Produk
1.2 Tujuan analisis
1.3 Profil Usaha
1.4 Proses Pembuatan Bakso
BAB 2
PROSES PEMBUATAN BAKSO
2.1 Bahan Baku
2.2 Bahan Pelengkap
2.3 Langkah-langkah Pembuatan Bakso
2.4 Analisis
BAB 3
Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
BAB 1
PENDAHULUAN
Definisi produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan.
Tujuan analisis
Analisis yang kami lakukan bertujuan agar kita dapat mengetahui cara memproduksi bakso, cara pemasarannya, dan dapat mengambil pelajaran bagaimana menjalankan suatu usaha, serta cara manajemen usaha dengan baik.
Profil Usaha
Pemilik : Krismanto Andi Putro
Bidang Usaha : warung bakso
Nama Toko : Warung bakso “Kaula Muda”
Alamat : JL. Kebon Kelapa, Tambun Selatan
Jumlah Karyawan : 2 orang
BAB 2
Proses Pembuatan Bakso
BAGAN
PROSES PEMBUATAN BAKSO
Bahan baku :
• 2 kg daging sapi yang sudah dicincang dan diberi bumbu
• Bumbu kuah bakso
• Air secukupnya untuk merebus
Bahan pelengkap :
• Mie bihun
• Mie kuning
• Sawi
• Toge
• Bawang goreng
• Daun sledri
• Garam
• Penyedap rasa
• Kecap
• Saos
• Sambal
• Cuka
Langkah-langkah membuat bakso :
1. Tempatkan daging yang sudah dicincang dan diberi bumbu ke dalam sebuah wadah.
2. Bentuklah bakso sesuai dengan selera (bulat, kotak, besar atau kecil).
3. Bakso yang sudah dibentuk dimasukkan ke dalam air panas agar adonan tidak menyatu dan menjadikan bakso seperempat matang
4. Bakso yang telah dimasukkan ke dalam air panas kemudian direbus selama dua menit, agar bakso menjadi setengah matang.
5. Kemudian bakso yang sudah menjadi setengah matang ditiriskan.
]
6. Lalu masukkan bumbu yang telah dihaluskan ke dalam kuah bakso.
7. Siapkan bahan-bahan pelengkapnya.
8. Lalu sajikan bakso. Bakso siap untuk didangkan.
Analisis
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan, dapat kami simpulkan sisi negatif dan positif dari proses produksi pembuatan bakso, yaitu :
Sisi Negatif :
• Tidak terdapat ruang khusus untuk mengelola atau memproduksi bahan baku.
• Perlengkapan yang kurang baik dan tidak memadai
• Tidak disediakannya tempat parkir
• Kurangnya kebersihan di lingkungan produksi
Sisi Positif :
• Tempat yang strategis untuk membuka warung bakso
• Harga jual yang cukup ekonomis
• Pelayalanan yang diberikan kepada konsumen cukup memuaskan
• Rasanya sesuai dengan selera konsumen
• Keanekaragaman menu yang disajikan cukup variatif
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan Dari analisis yang kami lakukan di warung bakso “Kaula Muda” dapat kami ambil kesimpulan bahwa, lokasi tempat usaha sangat strategis karena terletak di depan jalan utama dan dekat dengan sekolah dan harga jual yang cukup ekonomis. Adapun kegiatan produksi bakso melalui tahap-tahap proses produksi, yaitu penyiapan bahan-bahan, pengolahan adonan bakso, pembentukan bakso, merebus bakso, meniriskan hasil rebusan, membuat kuah bakso, mempersiapkan bahan-bahan pelengkap hingga bakso siap untuk disajikan.
Saran
• Mengembangkan variasi bakso agar lebih inovatif
• Melengkapi dan menambah peralatan yang di perlukan
• Lebih memperhatikan kebersihan dalam proses peroduksi
• Menyediakan tempat parkir
• Menyediakan tempat khusus untuk mengelola bahan baku
PEMBELANJAAN
Bab 8
GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana mandapatkan dana, bagaimana menggunakan dana. Dan bagaimana laba perusahaan akan disistribusikan.
PENGGUNAAN DANA
Penggunaan Dana Jangka Pendek
1. Kas
• Aliran Kas
• Anggaran Kas
2. Surat-surat berharga
3. Piutang
4. Persediaan
Penggunaan Dana Jangka Panjang
Aktiva tetap tersebut dapat berupa : tanah, bangunan, dan peralatan.
Analisis Investasi Aktiva Tetap
Terdapat tiga metode analisis investasi
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of retrun (IRR)
c. Metode pay off period (POP)
SUMBER DANA
Macam-macam Sumber Dana
Jika ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dana perusahaan dapat dibagi menadi2 golongan besar, yaitu :
1. Berasal dari dalam perusahaan
• Penggunaan laba perusahaan
• Penggunaan cadangan
• Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
2. Berasal dari luar perusahaan
• Dana dari pemilik/peserta
• Dana dari utang/pinjaman
Pemilihan Sumber Dana
Beberapa alternative yang dapat dipilih adalah :
• Menggunakan dana intern saja
• Menggunakan dana eksteren dengan menjual saham
• Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman/kredit
• Menggunakan dana ekstrn dengan menjual saham dan mencari pinjaman
• Menggunakan dan intrn dan ekstrn
Sumber Dana Intern
Sumber Dana ekstren
Dapat digolongakan menjadi dua kelompok, yaitu :
1 Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Termasuk kredit jangka pendek ini adalah :
• Kredit Rekening Koran
• Kredit Belening
• Kredit Wesel
• Kredit Penjual
• Kredit pembeli
• Aksep
2 Kredit jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun. Termasuk dalam kredit jangka panjang adalah :
• Hipotik
• Obliges
• Kredit Bank
• Kredit dari Negara lain
Optimal Modal
1. Bunga kredit jangka pendek
2. Bunga kredit jangka panjang
3. Jangka waktu pemakaian modal
4. Jangka kritis
Kredit Lembaga Keuangan
4C yaitu :
• Capital
• Capability
• Collateral
• Character
Likiuditas dan Solvabilitas
1. Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial setiap saat.
2. Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya pada saat perusahaan dilikuidasi/dibubarkan.
Rentabilitas
1. Rentabilitas Ekonomi
Rentabilitas ekonomi merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
2. Rentabilitas modal Sendiri
Rentabilitas modal sendirimerupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN
PASAR MODAL
Saham
1. Saham Biasa (common strock)
2. Saham Preferen (preferred stock)
• Pembagiandivide yang didahulukan
• Pembagian divide kumulatif
• Pembagian kekayaan yang didahulukan
Obligasi
Jenis-jenis Obligasi
1. Sesuai dengan pihak yang mengeluarkan
2. Sesuai karakter jaminan
Selain jeni-jenis tersebut, masih ada jenis yang lain, yaitu :
a. Coupon bond
b. Registered bong
c. Callebel bond
d. Convertible bond
GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana mandapatkan dana, bagaimana menggunakan dana. Dan bagaimana laba perusahaan akan disistribusikan.
PENGGUNAAN DANA
Penggunaan Dana Jangka Pendek
1. Kas
• Aliran Kas
• Anggaran Kas
2. Surat-surat berharga
3. Piutang
4. Persediaan
Penggunaan Dana Jangka Panjang
Aktiva tetap tersebut dapat berupa : tanah, bangunan, dan peralatan.
Analisis Investasi Aktiva Tetap
Terdapat tiga metode analisis investasi
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of retrun (IRR)
c. Metode pay off period (POP)
SUMBER DANA
Macam-macam Sumber Dana
Jika ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dana perusahaan dapat dibagi menadi2 golongan besar, yaitu :
1. Berasal dari dalam perusahaan
• Penggunaan laba perusahaan
• Penggunaan cadangan
• Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
2. Berasal dari luar perusahaan
• Dana dari pemilik/peserta
• Dana dari utang/pinjaman
Pemilihan Sumber Dana
Beberapa alternative yang dapat dipilih adalah :
• Menggunakan dana intern saja
• Menggunakan dana eksteren dengan menjual saham
• Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman/kredit
• Menggunakan dana ekstrn dengan menjual saham dan mencari pinjaman
• Menggunakan dan intrn dan ekstrn
Sumber Dana Intern
Sumber Dana ekstren
Dapat digolongakan menjadi dua kelompok, yaitu :
1 Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Termasuk kredit jangka pendek ini adalah :
• Kredit Rekening Koran
• Kredit Belening
• Kredit Wesel
• Kredit Penjual
• Kredit pembeli
• Aksep
2 Kredit jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun. Termasuk dalam kredit jangka panjang adalah :
• Hipotik
• Obliges
• Kredit Bank
• Kredit dari Negara lain
Optimal Modal
1. Bunga kredit jangka pendek
2. Bunga kredit jangka panjang
3. Jangka waktu pemakaian modal
4. Jangka kritis
Kredit Lembaga Keuangan
4C yaitu :
• Capital
• Capability
• Collateral
• Character
Likiuditas dan Solvabilitas
1. Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial setiap saat.
2. Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya pada saat perusahaan dilikuidasi/dibubarkan.
Rentabilitas
1. Rentabilitas Ekonomi
Rentabilitas ekonomi merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
2. Rentabilitas modal Sendiri
Rentabilitas modal sendirimerupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN
PASAR MODAL
Saham
1. Saham Biasa (common strock)
2. Saham Preferen (preferred stock)
• Pembagiandivide yang didahulukan
• Pembagian divide kumulatif
• Pembagian kekayaan yang didahulukan
Obligasi
Jenis-jenis Obligasi
1. Sesuai dengan pihak yang mengeluarkan
2. Sesuai karakter jaminan
Selain jeni-jenis tersebut, masih ada jenis yang lain, yaitu :
a. Coupon bond
b. Registered bong
c. Callebel bond
d. Convertible bond
Selasa, 16 November 2010
PEMANFAATAN SUMBER TENGA KERJA DAN KOMPETISI
BAB 9
PERSONALIA
PEMANFAATAN SUMBER TENGA KERJA
DAN KOMPETISI
Pendahuluan
Pengertian fungsi adalah, tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain.
Macam/Jenis Personalia
Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya, di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja,yakni :
1. Tenaga Eksekutif
2. Tenaga Operatif
Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1. Dari dalam Perusahaan
2. Teman-teman Para Karyawan
3. Lembaga Penempatan Tenaga Kerja
4. Lembaga Pendidikan
5. Masyarakat Umum
Seleksi Tenaga Kerja
Sebelum proses seleksi dilakukan ada dua masalah penting yang harus diatasi lebih dulu, yaitu:
1. Penentuan Jenis (kualitas) Tenaga Kerja
Yang meleiputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :
a. Batas minimum-maksimum usia.
b. Pendidikan minimal yang dimiliki.
c. Pengalaman kerja yang telah diperoleh.
d. Bidang keahlian yang dimilki
e. Ketrampilan lain yang dimiliki.
f. Pengetahuan-pengetauhuan lainnya.
g. Dan sebagainya.
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a) Analisa beban kerja
b) Analisa tenaga kerja
3. Proses Seleksi
Mengadakan seleksi yang pada umumnya meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
a) Penisisan formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
b) Wawancara pendahuluan.
c) Psycho-test.
d) Wawancara lanjutan.
e) Pengujian referensi.
f) Pengujian kesehatan.
g) Masa orientasi
Pengembangan Karyawan
Untuk lebih meningkatakan ketrampilan kerja dengan harapan agar :
1. Tingakat produktivitas bertambah
2. Menguranagi tingakat kecelakaan.
3. Mengurangi besarnya scrap (kerusakan hasil)
4. Meningkatakan gairah kerja.
Kompensasi
Dalam masalah pengupahan ini, terdapat 3 macam teori upah ekonomi yakni :
1. Teori pasar
2. Teori standard hidup
3. Teori kemampuan untuk membayar
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkah Upah
Besar kecilnya tingakat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1. Pasar tenaga kerja
2. Tingkat upah yang berlaku did daerah yang bersangkutan
3. Tingkat keahlian yang diperlukan
4. Situasi laba perusahaan
5. Peraturan pemerintah
Metode Pengupahan
Berikut ini adalah metode-metode yang bisa dilakukan oleh perusahaan.
1. Upah langsung (straight salary)
2. Gaji (wage)
3. Upah satuan (piece work)
4. Komisi
5. Premi shift kerja (shift premium)
6. Tunjangan tambahan (fringe benefit)
Upah Insentif
Karakteristik pokok dari upah insetif yang baik adalah :
1. Harus menunjukkan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka.
2. Harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak.
3. Tambahan upah yang di peroleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya prodiksi terendah.
Macam-macam Bentuk Upah Insentif
1. Full Participation Plan
2. Group Insentif Plan
HUBUNGAN PERBURUHAN
Hubungan Perburuhan Pancasila
Hubungan perburuhan ini terjadi karena buruh di satu pihak dan manajemen di pihak lain sling membutuhkan satu sama lain.
Bilamana terjadiadanya ketidak-sepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakanuntuk mengenakan pembicaraan antara mereka yaitu :
1. Boikot
2. Pemogokan
3. Penghasutan
4. Memperlambat kerja
Perantara Dalam Pemecahan Konflik
Terdapat 3 macam cara pemecahan konflik dengan mengginakan perantara, yakni :
1. Konsiliasi
2. Mediasi
3. Arbitrasi
Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Bahwa untuk menyelesaikan konflik yang macet, digunakan dua macam lembaga-yaitu : bipartrie dan tripartite.
Mecegah Konflik
Jika tidak mungkin menghindarakan sama sekali dari konflik tersebut, maka cara yang dapat ditempuh adalah mencegahnya : melalui berbagai usaha sebagai berikut :
1. Melakasanakan lembaga keluhan (grievance) dengan baik
2. Mengadakan survey gairah kerja (morale) secara rutin
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan (guidance & counseling)
4. Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan
PERSONALIA
PEMANFAATAN SUMBER TENGA KERJA
DAN KOMPETISI
Pendahuluan
Pengertian fungsi adalah, tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain.
Macam/Jenis Personalia
Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya, di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja,yakni :
1. Tenaga Eksekutif
2. Tenaga Operatif
Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1. Dari dalam Perusahaan
2. Teman-teman Para Karyawan
3. Lembaga Penempatan Tenaga Kerja
4. Lembaga Pendidikan
5. Masyarakat Umum
Seleksi Tenaga Kerja
Sebelum proses seleksi dilakukan ada dua masalah penting yang harus diatasi lebih dulu, yaitu:
1. Penentuan Jenis (kualitas) Tenaga Kerja
Yang meleiputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :
a. Batas minimum-maksimum usia.
b. Pendidikan minimal yang dimiliki.
c. Pengalaman kerja yang telah diperoleh.
d. Bidang keahlian yang dimilki
e. Ketrampilan lain yang dimiliki.
f. Pengetahuan-pengetauhuan lainnya.
g. Dan sebagainya.
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a) Analisa beban kerja
b) Analisa tenaga kerja
3. Proses Seleksi
Mengadakan seleksi yang pada umumnya meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
a) Penisisan formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
b) Wawancara pendahuluan.
c) Psycho-test.
d) Wawancara lanjutan.
e) Pengujian referensi.
f) Pengujian kesehatan.
g) Masa orientasi
Pengembangan Karyawan
Untuk lebih meningkatakan ketrampilan kerja dengan harapan agar :
1. Tingakat produktivitas bertambah
2. Menguranagi tingakat kecelakaan.
3. Mengurangi besarnya scrap (kerusakan hasil)
4. Meningkatakan gairah kerja.
Kompensasi
Dalam masalah pengupahan ini, terdapat 3 macam teori upah ekonomi yakni :
1. Teori pasar
2. Teori standard hidup
3. Teori kemampuan untuk membayar
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkah Upah
Besar kecilnya tingakat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1. Pasar tenaga kerja
2. Tingkat upah yang berlaku did daerah yang bersangkutan
3. Tingkat keahlian yang diperlukan
4. Situasi laba perusahaan
5. Peraturan pemerintah
Metode Pengupahan
Berikut ini adalah metode-metode yang bisa dilakukan oleh perusahaan.
1. Upah langsung (straight salary)
2. Gaji (wage)
3. Upah satuan (piece work)
4. Komisi
5. Premi shift kerja (shift premium)
6. Tunjangan tambahan (fringe benefit)
Upah Insentif
Karakteristik pokok dari upah insetif yang baik adalah :
1. Harus menunjukkan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka.
2. Harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak.
3. Tambahan upah yang di peroleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya prodiksi terendah.
Macam-macam Bentuk Upah Insentif
1. Full Participation Plan
2. Group Insentif Plan
HUBUNGAN PERBURUHAN
Hubungan Perburuhan Pancasila
Hubungan perburuhan ini terjadi karena buruh di satu pihak dan manajemen di pihak lain sling membutuhkan satu sama lain.
Bilamana terjadiadanya ketidak-sepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakanuntuk mengenakan pembicaraan antara mereka yaitu :
1. Boikot
2. Pemogokan
3. Penghasutan
4. Memperlambat kerja
Perantara Dalam Pemecahan Konflik
Terdapat 3 macam cara pemecahan konflik dengan mengginakan perantara, yakni :
1. Konsiliasi
2. Mediasi
3. Arbitrasi
Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Bahwa untuk menyelesaikan konflik yang macet, digunakan dua macam lembaga-yaitu : bipartrie dan tripartite.
Mecegah Konflik
Jika tidak mungkin menghindarakan sama sekali dari konflik tersebut, maka cara yang dapat ditempuh adalah mencegahnya : melalui berbagai usaha sebagai berikut :
1. Melakasanakan lembaga keluhan (grievance) dengan baik
2. Mengadakan survey gairah kerja (morale) secara rutin
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan (guidance & counseling)
4. Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan
Jumat, 12 November 2010
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
Bab 10
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
Pengertian
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barng atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Produktivitas adalah sebuah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenga kerja, modal, tanah, enegi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
Produksi
Kegiatan produksi akan melibatkan pengubahan dan pengolahan berbagai macam sumber menjadi barang dan jasa untuk dijual.
Sistem Produksi Manufaktur
Beberapa keputusan untuk jangka panjang menentukan disain system produksi adalh tentang :
a. Disain produksi dari barang yang diproses
b. Pemilihan/pentuan peralatan dan prosesnya
c. Disain tugas
d. Lokasi dari fasilitas produksi
e. Layout dari fasilitas tersebut
1. Sifat Proses Produksi
Proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam yakni :
a. Proses ekstraktif
b. Proses analitik
c. Proses fabrikasi
d. Proses sintetik
2. Jangka Waktu Produksi
Dalam hal ini, proses produksi diglongkan menjadi 2 macam,yakni :
a. Proses terus-menerus (continuous process)
b. Proses terputus-putus (intermittent process)
3. Sifat Produk
Dalam hal ini, proses produksi dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Produksi standard
b. Produksi pesanan
KEGIATAN PRODUKSI
Gambaran Sekilas
Dalam hal ini, masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah:
• Perencanaan produksi
• Organisasi produksi
• Pengendalian produksi
• Pemeliharaan peralatan
• Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :
• Jenis barang yang akan dibuat
• Jumlah barang yang akan dibuat
• Carapembuatan (penggunaan peralatan yang dipakai)
Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri aras 4 tahap, yaitu :
• Tahap pertama, pentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
• Tahap kedua, penetuan disain barng yang tepat.
• Tahap ketiga, penetuan cara pembuatn yang berupa penetuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai.
• Tahap keempat pembuatan, merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang sesuai dengan layout, tuntunan kualitas dan mesin/peralatan tersedia.
Organisasi Produksi
Pengendalian Produksi
Pembahasan masalah pengendalian produksi ini akan dibatasi pada (a) jenis pengendalian produksi, (b) tahap-tahap dalm pengendalian produksi, dan (c) alay manjemen yang dikenal sebagai Program Evaluation and Technique (P.E.R.T).
Keterbatasan-keterbatasan Metode Jalur Kritis (MJK)
Faktor-faktor penting yang membatasi penerapan metoda jalur kritis adalah :
1. MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelesaian aktivitas dapat diketahui dengan tepat pada setiap waktu.
2. MJK tidak memasukkan gagasan analisis statistic dalam dalam menetukan perkiraan waktu.
3. MJK merupakan model perencanaan static dan bukannya alat control yang dinamaik.
Pengedalian Persediaan Bahan Baku
a. Resiko hilang dan rusak
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi
c. Resiko usang
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar
Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :
a. Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun
b. Biaya pemesanan
c. Biaya penyimpanan dan
d. Harga bahan baku
Pemeliharaan Peralatan
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
a. Di desentralisir menirut pusat biaya atau departemen.
b. Sentralisasi
Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Terdapat 4 tahap dalam pengawasan kualitas yaitu :
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntunan pasar (konsumen ).
2. Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntunan pasar
3. Tahap pembuatan, beberapa pangawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi,sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2.
4. Tahap penggunaan di lapangan, di mana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektfan jaminan kualitas serta daya kerja barang.
Bagan Pengawasan (control chart)
Pada dasarnya,penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industry, dibagi dalam 2 kategori :
1. Penyimpanan-penyimpanan yang tidak dapat ditentukan
2. Penyimpanan-penyimpanan yang dapat ditentukan
LOKASI DAN LAYOUT PABRIK
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi
Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik bari, yaitu :
Dekat dengan pasar, misalnya pabrik roti basah
Dekat dengan bahan baku, misalnya pabrik semen
Ongkos transport, misalnya pabrik mobil
Penyediaan tenaga kerja kerja, misalnya pabrik semen
Penyediaan sumber tenaga/energy, misalnya pabrik peleburan aluminium
Lingkungan sekitar, misalnya peternakan babi
Iklim, misalnya perkebunan the
Cara Penetuan Lokasi Pabrik
a. Cara Kualitatif
Contoh:
Sebuah perusahaan makanan ternak did daerah istimewa Yogyakarta memeilih 5 lokasi sebagai berikut :
1. Kotamadya Yogyakarta
2. Wates
3. Sleman
4. Bantul
5. Wonosari
Faktor-faktor yang dinilai meliputi ;
1. Bahan baku
2. Tenaga kerja
3. Fasilitas tenaga listrik
4. Transportasi
5. Pasar (konsumen)
b. Cara kuantitatif
Terdapat dua macam kuantitatif yakni : (a) cara yabg sederhana, (b) cara yang komplek.
Layuot Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi.
Adapun tujuan pokok dari layout pabrik ini adalah :
Untuk meminimumkan biaya pengankutan dan penanganan.
Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.
Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.
Untuk melakukan pekerjaan yang efisien
Untuk memeudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor.
1. Proces Layout
Process layout merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya.
Penggunaan (penerapan) product layout ini akan ekonomis apabila memenuhi syarat-syarat berikut :
a. Volume produksi cukup sesuai dengan kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang paling dipasang.
b. Permintaan akan barang yang dihasilkan cukup stabil.
c. Barang yang dihasilkan tersandardisir.
d. Komponen-komponen (suku cadang) dapat saling ditukarkan.
e. Penyediaan material yang ajeng.
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
Pengertian
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi/lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barng atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Produktivitas adalah sebuah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenga kerja, modal, tanah, enegi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
Produksi
Kegiatan produksi akan melibatkan pengubahan dan pengolahan berbagai macam sumber menjadi barang dan jasa untuk dijual.
Sistem Produksi Manufaktur
Beberapa keputusan untuk jangka panjang menentukan disain system produksi adalh tentang :
a. Disain produksi dari barang yang diproses
b. Pemilihan/pentuan peralatan dan prosesnya
c. Disain tugas
d. Lokasi dari fasilitas produksi
e. Layout dari fasilitas tersebut
1. Sifat Proses Produksi
Proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam yakni :
a. Proses ekstraktif
b. Proses analitik
c. Proses fabrikasi
d. Proses sintetik
2. Jangka Waktu Produksi
Dalam hal ini, proses produksi diglongkan menjadi 2 macam,yakni :
a. Proses terus-menerus (continuous process)
b. Proses terputus-putus (intermittent process)
3. Sifat Produk
Dalam hal ini, proses produksi dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Produksi standard
b. Produksi pesanan
KEGIATAN PRODUKSI
Gambaran Sekilas
Dalam hal ini, masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah:
• Perencanaan produksi
• Organisasi produksi
• Pengendalian produksi
• Pemeliharaan peralatan
• Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :
• Jenis barang yang akan dibuat
• Jumlah barang yang akan dibuat
• Carapembuatan (penggunaan peralatan yang dipakai)
Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri aras 4 tahap, yaitu :
• Tahap pertama, pentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
• Tahap kedua, penetuan disain barng yang tepat.
• Tahap ketiga, penetuan cara pembuatn yang berupa penetuan urutan proses produksi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai.
• Tahap keempat pembuatan, merupakan usaha memodifikasi tahap ketiga yang sesuai dengan layout, tuntunan kualitas dan mesin/peralatan tersedia.
Organisasi Produksi
Pengendalian Produksi
Pembahasan masalah pengendalian produksi ini akan dibatasi pada (a) jenis pengendalian produksi, (b) tahap-tahap dalm pengendalian produksi, dan (c) alay manjemen yang dikenal sebagai Program Evaluation and Technique (P.E.R.T).
Keterbatasan-keterbatasan Metode Jalur Kritis (MJK)
Faktor-faktor penting yang membatasi penerapan metoda jalur kritis adalah :
1. MJK mendasarkan diri pada asumsi bahwa penyelesaian aktivitas dapat diketahui dengan tepat pada setiap waktu.
2. MJK tidak memasukkan gagasan analisis statistic dalam dalam menetukan perkiraan waktu.
3. MJK merupakan model perencanaan static dan bukannya alat control yang dinamaik.
Pengedalian Persediaan Bahan Baku
a. Resiko hilang dan rusak
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi
c. Resiko usang
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar
Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu :
a. Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun
b. Biaya pemesanan
c. Biaya penyimpanan dan
d. Harga bahan baku
Pemeliharaan Peralatan
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
a. Di desentralisir menirut pusat biaya atau departemen.
b. Sentralisasi
Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Terdapat 4 tahap dalam pengawasan kualitas yaitu :
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntunan pasar (konsumen ).
2. Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntunan pasar
3. Tahap pembuatan, beberapa pangawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi,sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2.
4. Tahap penggunaan di lapangan, di mana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektfan jaminan kualitas serta daya kerja barang.
Bagan Pengawasan (control chart)
Pada dasarnya,penyimpangan yang sering terjadi dalam proses industry, dibagi dalam 2 kategori :
1. Penyimpanan-penyimpanan yang tidak dapat ditentukan
2. Penyimpanan-penyimpanan yang dapat ditentukan
LOKASI DAN LAYOUT PABRIK
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi
Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik bari, yaitu :
Dekat dengan pasar, misalnya pabrik roti basah
Dekat dengan bahan baku, misalnya pabrik semen
Ongkos transport, misalnya pabrik mobil
Penyediaan tenaga kerja kerja, misalnya pabrik semen
Penyediaan sumber tenaga/energy, misalnya pabrik peleburan aluminium
Lingkungan sekitar, misalnya peternakan babi
Iklim, misalnya perkebunan the
Cara Penetuan Lokasi Pabrik
a. Cara Kualitatif
Contoh:
Sebuah perusahaan makanan ternak did daerah istimewa Yogyakarta memeilih 5 lokasi sebagai berikut :
1. Kotamadya Yogyakarta
2. Wates
3. Sleman
4. Bantul
5. Wonosari
Faktor-faktor yang dinilai meliputi ;
1. Bahan baku
2. Tenaga kerja
3. Fasilitas tenaga listrik
4. Transportasi
5. Pasar (konsumen)
b. Cara kuantitatif
Terdapat dua macam kuantitatif yakni : (a) cara yabg sederhana, (b) cara yang komplek.
Layuot Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi.
Adapun tujuan pokok dari layout pabrik ini adalah :
Untuk meminimumkan biaya pengankutan dan penanganan.
Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.
Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.
Untuk melakukan pekerjaan yang efisien
Untuk memeudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor.
1. Proces Layout
Process layout merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya.
Penggunaan (penerapan) product layout ini akan ekonomis apabila memenuhi syarat-syarat berikut :
a. Volume produksi cukup sesuai dengan kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang paling dipasang.
b. Permintaan akan barang yang dihasilkan cukup stabil.
c. Barang yang dihasilkan tersandardisir.
d. Komponen-komponen (suku cadang) dapat saling ditukarkan.
e. Penyediaan material yang ajeng.
Minggu, 31 Oktober 2010
PEMASARAN
PENGERTIAN DAN KONSEP
PEMASARAN
Pengertian Pemasaran
Pemasaran dan produksi merupakan fungsi pokok bagi perusahaan. Jadi, pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang :
• Penjualan
• Perdagangan
• Distribusi
Dapat diketahui dari definisi yang dikemukakan oleh William J. Stanton berikut ini :
Pemasaran adalah system keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosika, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses pemasaran itu terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi.
Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
• Produksi yang membuat barang-barang.
• Konsumen yang menggunakan barang-barang tersebut.
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.
Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni : (1) faedah bentuk (from utility), (2) faedah waktu (time utility), (3) faedah tempat (place utility), (4) faedah milik (ownership utility), dan (5) faedah informasi (information utility).
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah,yaitu : faedah waktu, tempat,milik, dan informasi.
Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahan.
Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai mcam pendekatan, yaitu :
Pendekatan serba fungsi (functional approach)
Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
Pendekatan serba barang (commodity approach)
Pendekatan serta manajemen (managerial approach)
Pendekatan serba system (total system approach)
Pendekatan Serba Fungsi
Adapun fungsi pokok pemasaran adalah : (1) penjualan, (2) pembelian, (3) pengangkutan, (4) penyimpanan, (5) pembelanjaan, (6) penanggungan risiko, (7) standardisasi, dan granding, dan (8) pengumpulan informasi pasar.
Pendekatan Serba Lembaga
Lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat kegiatan pemasaran.
Lembaga tersebut adalah :
• Penyedian bahan/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen.
• Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi.
• Perantaran pedagang
• Perantara agen
• Perusahaan saingan
• Pembelian akhir
Pendekatan Serba Barang
Pendekatan serba barang atau sisebut juga pendekatan organisasiindustri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaiman barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir ati konsumen industry.
Pendekatan Serba Manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasarn dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta kepurusan yang mereka ambil.
Pendekatan Serba Sistem
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokan ke dalam dua sub bagian, yaitu :
• Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang.
• Sub bagian penjualan umum.
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah : (1) perencanaan dan perdagangan barang, (2) periklanan, (3) riset pemasran, (4) analisis dan pengawasan penjualan, (5) anggran penjualan, (6) peramalan penjualan, (7) perencanaan saluran, territorial, dan kuota, (8) pengawasan persediaan, (9) penjadwalan saluran, serta (10) distribusi fisik. Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masalah-masalah : (1) penjualan lapangan,dan (2) kegiatan kantor penjualan termasuk servis langganan dan servis barang.
PASAR
Pengartaian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakan.
Macam-macam Pasar
Pasar konsumen
Pasar industry
Pasar penjualan
Pasar pemerintahan
Segmentasi Pasar
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke produk dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi.
Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli umtuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian
dan Kekongkritannya
1. Barang Tahan Lama
Barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang yang secara normal dapat dipakai berkali-kali; jadi dipakai untuk jangka waktu yang relative lama.
2. Barang Tidak Tahan Lama
Barang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak, atau tidak dapat di pakai lagi.
3.Jasa
Jasa adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.
Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya
oleh si Pemakai
1. Barang Konsumsi
Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan. Berdasarkan kebiasaan membeli dari konsumen, barang konsumsi dikelompokkan lagi menjadi tiga golongan, yaitu :
Barang konvenien
Barang shopping
Barang special
2. Barang Industri
Barang industry adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industry, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi. Barang industry tersebut masih dapat dibedakan lagi menjadi lima golongan sebagai berikut :
Bahan baku
Bahan dan barang setengah jadi
Perlengkapan operasi
Instalasi
Peralatan ekstra
Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Masing-masing tahap berada dalam lingkungan pemasaran yang berbeda pula. Tahap-tahap tersebut adalah : (1) tahap perkenalan, (2) tahap pertumbuhan, (3) tahap kedewasaan dan kejenuhan, serta (4) tahap kemunduran.
Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk member tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjualan atau sekelompok penjualan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan leh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industry.
Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah : produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industry.
Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi
dan Barang Industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industry. Adapun macam-macam perantara yang ada adalah :
Perdagangan besar yang menjual barang kepada pengecer, pedagang besar lain, atau pemakai industry.
Pengecer yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli akhir.
Agen yang mempunyai fungsi hampir sama dengan pedagang besar meskipun tidak berhak memliki barang yang dipasrkan.
Saluran Distribusi Ganda
Faktor-faktor tersebut anatara lain :
1. Jenis barang yang dipasrkan
2. Produsen yang menghasilkan produknya
3. Penyaluran yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar yang dituju
Perantara Saluran
Adapun jenis-jenis perantara yang akan kita bahas selanjutnya adalah : (1) pedagang besar, (2) pengecer, (3) agen.
Pedagang Besar
1. Pedagang besar dengan fungsi penuh, yaitu pedagang besar yang melaksanakan seluruh fungsi pemasaran.
2. Pedagang besar dengan fungsi terbatas, yaitu pedagang besar yang hanya melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran.
Pengecer
• Jenis-jenis Pengecer
a. General merchandise store
b. Single-line store
c. Specialty store
Agen
Adapun jenis-jenis agen yang ada antara lain :
1. Agen penjualan, yang mempunyai tugas utama mencarikan pasar bagi produsen.
2. Agen pembelian, yang mempunyai tugas utama mencarikan penyedia/supplier bagi para pembeli.
3. Agen pengangkutan, yang mempunyai tugas utama menyampaikan barang dari penjualan kepada pembelinya.
Jumlah Perantara dalam Saluran
Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternative yang ditempuhnya, yaitu : (1) distribusi intensif, (2) distribusi selektif, dan (3) distriusi eksklusif.
Distribusi Fisik
Istilah distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemidahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu.
Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
Pengangkutan
Penyimpanan
PENETUAN HARGA
Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin ) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang pelayanannya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti : (1) kondisi perekonomian, (2) penawaran dan permintaan, (3) elastisitas permintaan, (4) persaingan, (5) biaya, (6) tujuan manajer, dan (7) pengawasan pemerintah.
Metode-metode Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Jadi , harga jual produk itu dapat dihitung dengan rumus :
BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL
2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
Jadi, mark-up ini merupakan kelebihan harga jual di atas harga belinya.
3. Penetapan Harga Break-even (Break_even Princing)
Beberapa konsep-konsep tentang biaya seperti : biaya variable, biaya tetap, biaya total.
BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
Politik Penetapan Harga
Beberapa politik peneta[an harga yang akan dibahas di sini adalah : (1) penetapan harga psikhologis, (2) price lining, (3) potongan harga, dan (4) penetapan harga geografis.
PROMOSI DAN PERIKLANAN
Promosi
Arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseoragng atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini pada umumnya ada empat, yaitu :
Periklanan
Personal selling
Promosi penjualan
Publisitas dan hubungan masyarakat
Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melaluiberbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
Adapun masalah-masalah selanjutnya yang akan dibahas di sini adalah :
Tujuan periklanan
Jenis periklanan
Media periklanan
Biro periklanan
PERSONAL SELLING, PROMOSI
PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, salling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau memperthankan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
1. Proses Persoalan Selling
Dalam persoalan selling terdapat beberapa tahap yang perlu dilakukan, secara keseluruhan membentuk suatu proses.
a) Persiapan sebelum penjualan
b) Penetuan lokasi pembeli potensial
c) Pendekatan pendahuluan
d) Melakukan pendahuluan
e) Melakukan penjualan
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
Adapun jenis tugastugas penjualan beserta salesmannya akan dibahas berikur ini.
a) Trade selling dan merchandising salesman
b) Missionary selling dan detailman
c) Technical selling dan engineer
d) New business selling dan pioneer product salesman
Promosi Penjualan
Dalam proosi penjualan ini perusahaan menggunakan alat-alat sperti : peragaan, pameran, demonstrasi hadiah contoh barang, dan sebagainya.
Publisitas
Biasanya, individu atau lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarakan sejumlah biaya, dan tidak dapat mengawasi pengungkapan beritanya.
PEMASARAN
Pengertian Pemasaran
Pemasaran dan produksi merupakan fungsi pokok bagi perusahaan. Jadi, pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang :
• Penjualan
• Perdagangan
• Distribusi
Dapat diketahui dari definisi yang dikemukakan oleh William J. Stanton berikut ini :
Pemasaran adalah system keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosika, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses pemasaran itu terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi.
Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
• Produksi yang membuat barang-barang.
• Konsumen yang menggunakan barang-barang tersebut.
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.
Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni : (1) faedah bentuk (from utility), (2) faedah waktu (time utility), (3) faedah tempat (place utility), (4) faedah milik (ownership utility), dan (5) faedah informasi (information utility).
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah,yaitu : faedah waktu, tempat,milik, dan informasi.
Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahan.
Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai mcam pendekatan, yaitu :
Pendekatan serba fungsi (functional approach)
Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
Pendekatan serba barang (commodity approach)
Pendekatan serta manajemen (managerial approach)
Pendekatan serba system (total system approach)
Pendekatan Serba Fungsi
Adapun fungsi pokok pemasaran adalah : (1) penjualan, (2) pembelian, (3) pengangkutan, (4) penyimpanan, (5) pembelanjaan, (6) penanggungan risiko, (7) standardisasi, dan granding, dan (8) pengumpulan informasi pasar.
Pendekatan Serba Lembaga
Lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat kegiatan pemasaran.
Lembaga tersebut adalah :
• Penyedian bahan/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen.
• Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi.
• Perantaran pedagang
• Perantara agen
• Perusahaan saingan
• Pembelian akhir
Pendekatan Serba Barang
Pendekatan serba barang atau sisebut juga pendekatan organisasiindustri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaiman barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir ati konsumen industry.
Pendekatan Serba Manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasarn dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta kepurusan yang mereka ambil.
Pendekatan Serba Sistem
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokan ke dalam dua sub bagian, yaitu :
• Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang.
• Sub bagian penjualan umum.
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah : (1) perencanaan dan perdagangan barang, (2) periklanan, (3) riset pemasran, (4) analisis dan pengawasan penjualan, (5) anggran penjualan, (6) peramalan penjualan, (7) perencanaan saluran, territorial, dan kuota, (8) pengawasan persediaan, (9) penjadwalan saluran, serta (10) distribusi fisik. Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masalah-masalah : (1) penjualan lapangan,dan (2) kegiatan kantor penjualan termasuk servis langganan dan servis barang.
PASAR
Pengartaian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakan.
Macam-macam Pasar
Pasar konsumen
Pasar industry
Pasar penjualan
Pasar pemerintahan
Segmentasi Pasar
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke produk dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi.
Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli umtuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian
dan Kekongkritannya
1. Barang Tahan Lama
Barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang yang secara normal dapat dipakai berkali-kali; jadi dipakai untuk jangka waktu yang relative lama.
2. Barang Tidak Tahan Lama
Barang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak, atau tidak dapat di pakai lagi.
3.Jasa
Jasa adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.
Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya
oleh si Pemakai
1. Barang Konsumsi
Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan. Berdasarkan kebiasaan membeli dari konsumen, barang konsumsi dikelompokkan lagi menjadi tiga golongan, yaitu :
Barang konvenien
Barang shopping
Barang special
2. Barang Industri
Barang industry adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industry, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi. Barang industry tersebut masih dapat dibedakan lagi menjadi lima golongan sebagai berikut :
Bahan baku
Bahan dan barang setengah jadi
Perlengkapan operasi
Instalasi
Peralatan ekstra
Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Masing-masing tahap berada dalam lingkungan pemasaran yang berbeda pula. Tahap-tahap tersebut adalah : (1) tahap perkenalan, (2) tahap pertumbuhan, (3) tahap kedewasaan dan kejenuhan, serta (4) tahap kemunduran.
Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk member tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjualan atau sekelompok penjualan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan leh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industry.
Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah : produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industry.
Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi
dan Barang Industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industry. Adapun macam-macam perantara yang ada adalah :
Perdagangan besar yang menjual barang kepada pengecer, pedagang besar lain, atau pemakai industry.
Pengecer yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli akhir.
Agen yang mempunyai fungsi hampir sama dengan pedagang besar meskipun tidak berhak memliki barang yang dipasrkan.
Saluran Distribusi Ganda
Faktor-faktor tersebut anatara lain :
1. Jenis barang yang dipasrkan
2. Produsen yang menghasilkan produknya
3. Penyaluran yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar yang dituju
Perantara Saluran
Adapun jenis-jenis perantara yang akan kita bahas selanjutnya adalah : (1) pedagang besar, (2) pengecer, (3) agen.
Pedagang Besar
1. Pedagang besar dengan fungsi penuh, yaitu pedagang besar yang melaksanakan seluruh fungsi pemasaran.
2. Pedagang besar dengan fungsi terbatas, yaitu pedagang besar yang hanya melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran.
Pengecer
• Jenis-jenis Pengecer
a. General merchandise store
b. Single-line store
c. Specialty store
Agen
Adapun jenis-jenis agen yang ada antara lain :
1. Agen penjualan, yang mempunyai tugas utama mencarikan pasar bagi produsen.
2. Agen pembelian, yang mempunyai tugas utama mencarikan penyedia/supplier bagi para pembeli.
3. Agen pengangkutan, yang mempunyai tugas utama menyampaikan barang dari penjualan kepada pembelinya.
Jumlah Perantara dalam Saluran
Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternative yang ditempuhnya, yaitu : (1) distribusi intensif, (2) distribusi selektif, dan (3) distriusi eksklusif.
Distribusi Fisik
Istilah distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemidahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu.
Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
Pengangkutan
Penyimpanan
PENETUAN HARGA
Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin ) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang pelayanannya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti : (1) kondisi perekonomian, (2) penawaran dan permintaan, (3) elastisitas permintaan, (4) persaingan, (5) biaya, (6) tujuan manajer, dan (7) pengawasan pemerintah.
Metode-metode Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Jadi , harga jual produk itu dapat dihitung dengan rumus :
BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL
2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
Jadi, mark-up ini merupakan kelebihan harga jual di atas harga belinya.
3. Penetapan Harga Break-even (Break_even Princing)
Beberapa konsep-konsep tentang biaya seperti : biaya variable, biaya tetap, biaya total.
BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
Politik Penetapan Harga
Beberapa politik peneta[an harga yang akan dibahas di sini adalah : (1) penetapan harga psikhologis, (2) price lining, (3) potongan harga, dan (4) penetapan harga geografis.
PROMOSI DAN PERIKLANAN
Promosi
Arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseoragng atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini pada umumnya ada empat, yaitu :
Periklanan
Personal selling
Promosi penjualan
Publisitas dan hubungan masyarakat
Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melaluiberbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
Adapun masalah-masalah selanjutnya yang akan dibahas di sini adalah :
Tujuan periklanan
Jenis periklanan
Media periklanan
Biro periklanan
PERSONAL SELLING, PROMOSI
PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, salling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau memperthankan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
1. Proses Persoalan Selling
Dalam persoalan selling terdapat beberapa tahap yang perlu dilakukan, secara keseluruhan membentuk suatu proses.
a) Persiapan sebelum penjualan
b) Penetuan lokasi pembeli potensial
c) Pendekatan pendahuluan
d) Melakukan pendahuluan
e) Melakukan penjualan
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
Adapun jenis tugastugas penjualan beserta salesmannya akan dibahas berikur ini.
a) Trade selling dan merchandising salesman
b) Missionary selling dan detailman
c) Technical selling dan engineer
d) New business selling dan pioneer product salesman
Promosi Penjualan
Dalam proosi penjualan ini perusahaan menggunakan alat-alat sperti : peragaan, pameran, demonstrasi hadiah contoh barang, dan sebagainya.
Publisitas
Biasanya, individu atau lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarakan sejumlah biaya, dan tidak dapat mengawasi pengungkapan beritanya.
Langganan:
Postingan (Atom)











